Translate

Selasa, 18 November 2014

LAKI-LAKI SEUMUR BAPAKKU (PUISI)

LAKI-LAKI SEUMUR BAPAKKU
Dari atas bis koantas bima tujuan Tanah Abang
Bis itu berhenti tepat di lampu merah tak jauh dari mal Pondok Indah
Hampir setiap hari kulihat seorang laki-laki seumur bapakku 75 tahun
Dia memikul bangku kayu tempat duduk orang dulu atau orang di kampung untuk duduk saat mencuci
Dan di pikulannya itu aku juga melihat dia membawa kayu berigi untuk alas mencuci orang zaman dulu
Ketika lampu merah menyala, dia menjajakannya ke pintu-pintu mobil yang berhenti
Berhati-hati bapak itu membawa dagangannya takut mementok mobil mewah yang sedang berhenti
Hatiku  berbisik pada pikiranku yang sedang teringat ayahku yang mungkin pagi itu sedang sholat duha atau sedang mengaji karena ku tahu rutinitasnya jam segini apa yang dilakukannya
Bapakku tak punya uang tapi dia tidak sedang mencari uang seperti Bapak yang sedang ku lihat di lampu merah ini
Tidak punya anakkah dia
Tidak punya istrikah dia
Tidah punya…tidak punya
Apakah motivasinya menjual barang yang takkan mungkin laku di tempat ini.
Kulihat Bapak seumur Bapakku tadi sedang menepi tak ada yang membeli dagangannya
Tapi kulihat dia memegang uang wajahnya kelihatan gembira
Mungkin uang itu dia butuhkan untuk membeli makan karena mungkin dia telah beberapa lama menahan lapar.
Uang dan lapar motivasinya menjual itu desahku
Koantas bima yang dikemudi bak orang sedang mabuk berhenti lagi dilampu merah berikutnya tak sengaja ada billboard besar terpapang tak jauh dari lampu merah itu foto seorang laki-laki kurasa dia juga sudah seumur bapakkku 75 tahunan
Rambutnya hitam kelam karena baru saja dia bigen
Bibirnya tebal berminyak habis makan enak yang lupa di lap
Jidatnya botak separo
Matanya menyiratkan dia laki-laki penikmat kesenangan karena fantasia lam pikirannya wanita bertubuh bohai
Perutnya buncit entah makan enak yang ada di dalamnya, atau cacing yang telah jadi lintah
Mata cincinnya besar, Berwarna biru
Kalung dan gelang emas bak rantai anjing di leher dan tangan kanannya
Dia memaki jas dan kemeja dalamnya berwarna putih
Di ujung kemejanya mejumbul collar emas
Karpet tempat dia berdiri adalah uang kertas bernilai seratus ribu
Oh aku salah lihat dekat gelang rantai anjing  itu ternya adalah borgol
Ternyata laki-laki seumur bapakku yang ini seorang koruptur.
Oh motivasi bapak seumur Bapakku yang kedua ini  menggumpulkan uang sebanyak-banyaknya adalah perut rakus, wanita, kekuasaan dan pengakuan  desahku
Karena laki-laki seumur Bapakku yang ini sering ku lihat di televisi sebagai orang yang pejabat hebat yangterkenal.


                                                                                                                Jakarta, 18 Nov 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar