Translate

Sabtu, 01 November 2014

KECEMASAN IBU (PUISI)

KECEMASAN IBU
Anakku
Baru saja  ibu mendengar
Tetangga kita tidak punya uang untuk membeli susu anaknya
Sebenarnya dia begitu ingin menyusuinya
Tapi air susunya tidak keluar
Karena sejak dia habis melahirkan ibu dia hanya membeli sepotong tempe
Ibu tidak tahu kayaknya hanya dia taruh di panci bersamaan dengan menanak nasi
Sejak dua hari habis melahirkan dia sudah menjadi buruh cuci lagi

Anakku
Hanya air tajin yang dia berikan kepada bayinya itu
Bayinya itu menangis dan terus menangis oa.....oa terasa pilu hati mendengarkan tangisnya
Sayang ibu cemas nak
Bagaimana dengan kamu dan ibu kelak
Apakah kita akan semiskin dia

Anakku
Di rumah kontrakan berpetak-petak berdinding triplek ini
Sungguh banyak dilema hidup yang ibu dengar yang membuat ibu cemas

Oh ya anakku
Bayi kecil tadi teru menangis-dan menangis
Badannya panas
Ayahnya kabur entah kemana rimbanya
Bayi itu dibawa ke rumah sakit
Tidak ada yang peduli
Ibunya tidak punya uang jaminan
Dia menangis dan menangis
Hari keempat tangisnya berhenti bersamaan berhenti pula kehidupan buat dia

Anakku
Akhirnya bayi itu mati
Kematian yang hanya diratapi ibunya
Kalau tidak ada yang menyumbang
Kain kapanpun tak terbeli
Ibu cemas sayang akan semiskin itukah kita

Anakku
Akhirnya ibu terdiam ketika anaknya telah terkubur
Dia tidak bisa berdiri
Dan tak ada yang membantu dia
Ternyata dia pendarahan
Alirannya seperti aliran air dari tempat yang tinggi
ketempat yang rendah
Aliran itu akhirnya berhenti
Sama berhentinya seperti tangis anaknya
Diapun mati
Kematian yang hanya diketahui oleh tukang pembersih makam
Yang diselenggarakan karena itu fardu kifayah

Anakku
Ibu cemas akan semelarat itukah hidup kita


Tidak ada komentar:

Posting Komentar