Aku seorang ibu beranak tiga yang masih kecil-kecil
Ku bimbing dua anakku
Satu kugendong dengan kain panjang yang sudah lusuh
Ku langkahkan kakiku masuk ke dalam mall besar
Banyak mata yang mengulang ingin melihatku
Karena sandal yang kupakai adalah sandal plastik yang di
jual dekat stasiun kereta api di Bogor
Tas yang ketenteng juga tas dari kain bekas tempat mukena
Aku memakai baju panjang yang tidak jelas motifnya
Sementara dua anakku yang satu kupegang erat dengan tangan
kananku
Yang sudah agak besar kubiarkan dia bergayut di tepi bajuku
Aku masuk ke swalayan untuk membeli susu bayiku yang ada di
gendongan kainku
Kucari susu yang sudah kuberikan sejak satu tahun ini
Berkeliling kami berempat, tapi yang ku temukan ukuran kecil
Aku tahu aku diawasi
Aku bisa dikira penguntil yang akan mengambil sesuatu di
swalayan itu
Ada orang yang sengaja atau tidak sengaja menabrak aku
karena aku menurut dia tak pantas berada di
lorong itu karena harga susu bayi di sana tidak ada yang murah
Dia tidak meminta maaf kubiarkan saja
Ke sini nak…
Ke sini sayang
Dua anakku ku tarik ke dekatku agar mereka tak menghalangi
gerobak bayi itu
Oh… dia tak sengaja melindas kakiku
Dia sedang menelpon
Kutanyakan pada pramuniaga
Susu dengan ukuran besar dengan merek ini ada di mana ???
Cari aja… cari dekat situ
Dia tidak memandangku
Lalu kutanya kasir
Jawabannya sama
Cari aja … cari aja situ
Dia sibuk melayani orang yang sedang membayar dengan kartu
kredit
Mukanya ramah sekali
Teramat ramah
Tiba-tiba ada orang asing bertanya sesuatu pada kasir itu
Dia tidak bisa menjelaskan
Aku teramat mengerti pertanyaan orang itu
Kujelaskan
Orang itu berterima kasih padaku
Dia mengusap kepala bayiku
Kasir itu merubah raut mukanya padaku
Berubah ramah padaku
Susu apa tadi yang ibu mau
Kubayar belajaanku dengan uang ratusan ribu yang kuambil
diantara beberapa uang ratusan ribu yang ada dalam dompet di dalam tas bekas
tempat mukena yang ku tenteng
Terima kasih… aku berlalu
Jakarta,
19 November 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar