Translate

Rabu, 11 Maret 2015

IBU HEBAT

Banyak perempuan yang bisa menjadi ibu dan dipanggil ibu
Tapi apakah cukup hanya panggilan itu saja yang diperlukan
Tentu tidak anak perempuan  sekarang umur sepuluh tahun sebenarnya dia sudah bisa menjadi ibu karena dia sudah menstruasi
Tetapi apakah dia siap menjadi ibu.
Menjadi ibu tak sekedar panggilan saja
Ibu, bagai seorang pembuat gerabah
Ibu itu harus memilih tanah liat yang bagus
Ibu itu harus mencapurnya dengan air, jangan kebanyakan dan janganpula kedikitan
Ibu itu harus mengepal-gepalnya, supaya adonan air dan tanah liat menyatu
Ibu itu harus mampu berimajinasi, adonan tanah liatnya tadi akan dibuatnya apa
Ibu itu harus cerdas membaurkan segala ilmu sehingga adonannya menjadi maha karya
Ibu itu harus mampu memperhitungkan waktu sehingga adonan itu tidak mongering atau pecah sebelum berbentuk
Ibu itu harus berhati-hati memoles, memplamir  sehingga karyanya indah bak guci Cina yang berharga mahal


                                                                                                                Jakarta, 9 Maret 2015 

MOM VOICE

One day a father and his three sons had dinner. The mother wasn’t at home. She had workshop in a different city. She stayed there for a few days.
It has been for three days mom was not at home.
“Dad, I miss mom? Said the second son.
“Oh ya, Aren’t you happy when mom is not at home. You can watch a long day. There is none will yell your name because you fight with your little brother. No one will always scream.  Pray…., Pray…..  Tidy up your room. Put the garbage into the place. Hurry up in the bathroom, Place everything on the right place.“
The father was surprised when his son said so because if there is mom at home. She will stop talk, yell, screaming, when she sleeps, or prays. 
“I miss her voice. This house is like a grave. It seems to me her voice is like an alarm for my life.” Added the first son.
“The house is mass without mom.” Said the youngest one.
“Mom will arrive home may be 1 hour later.”
The three sons stop eating their dinner, they stood up, tidy up the room, the books, toys, put he towel on the right place. The first son sweep and mop the floor, the second  throw the rubbish in the kitchen outside the house, The third one, tidy up all the shoes and sandals into the shelve.
The father feed his three sons While they were finishing their duties. In half hour the house was very tidy and clean waiting for mom.


Minggu, 01 Maret 2015

WANITA

Tidak perlu dibahas perbedaan kata  wanita dan perempuan
Terlalu hebat pencipta makhluk itu
Bisa berbeda rupa, rasa, dan pembawaan
Wujud makluk yang bisa menjadi magnet tarikan nafsu
Dari ubun-ubun sampai ujung kaki
Wujud makhluk inspirasi uang bagi makluk kreatif pencari uang
Akan dia cari celah seperti penambang sehingga tubuh wanita adalah sumber uang yang tak akan putus-putus
Dari ubun-ubun sampai ujung kaki
Pencipta sampo akan berkompetisi
Pencipta cat akan saling berebut lahan
Pencipta hairdryer
Pencipta roll rambu entah apa lagi namanya
Ketiak busuk wanita pun adalah menyimpan inspirasi pencipta uang
Perempuan yang diibaratkan manusia lemah
Lemah lemah sekali
Tidak, perempuan itu adalah makluk yang paling kuat
Ketika perut pertama sekali melilit karena ada darah kotor yang akan keluar sakitnya luar biasa, keringat bak jagung berbutir-butir membasahi tubuhnya
Dia menganggu setiap bulan
Wahai pencita alam bagaimana jadwal itu dalam rekap file yang Kau miliki
Metabolisme, hormon yang saling berbenturan di dalam tubuh, payudara yang membengkak, 
Teramat berat beban wanita
Hamil, entah bagaimana itu bisa terjadi sel telur dan sperma yang menyatu
Lalu kenapa beban hamil itu dibebankan pada wanita

Sungguh hebat kuasamu itu



LAKI-LAKI ITU

LAKI-LAKI ITU ADALAH AYAH ANAKKU
Ibu teramat takut jauh dari Allah
Ibu teramat takjub dengan kuasanya
Ibu tidak pernah menghayalkan dia yang akan menyebar benih didiri ibu
Ibu tidak pernah tau orang itu
Tetapi Allah memberikan dia buat Ibu
Ibu ikhlas menerimanya
Karena itulah kuasa dari Allah dalam keidupan Ibu

                                                                                                                Jakarta,  April 2000

DOA SEORANG SAHABAT YANG PATUT KITA AMINI

Doa seorang sahabat yang mari kita amini!!!!
Pada siang yang berbahagia ini kami keluarga besar SMPN 96 Jakarta bermunajjah di hadapanmu Ya Allah, dalam rangka Penilaian Kinerja Kepala sekolah. Oleh sebab itu Ya Allah jadikanlah penilaian ini sebagai rasa syukur  atas atas segala karunia dan nikmatmu, yang telah engkau berikan kepada kami. Jadikanlah rasa syukur ini untuk mebawa keberkahan bagi kita semua, berikanlah rahmatmu ya Allah. Karena  engkau maha pemberi rahmat. Tunjukkanlahkami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang Engkau ridhoi, bukan jalan orang yang sesat yang engkau murkai. Sabarkanlah kami dalam menerima ujian dan cobaan dalam mendidik anak-anak kami, serta jadikanlah kami orang selalu berjalan disyariatmu ya Allah.
                Jadikanlah kami orang yang selalu berserah  padamu, baik di kala senang maupun dikala susah, jadikanlah kami orang yang selalu senang melihat orang lain senang. Jadikanlah kami penyejuk hati bagi orang lain. Hilangkanlah kedengkian yang ada dalam lubuk hati yang dalam sehingga kami menjadi insane yang bertawakal, Ya Allah.
                Pada siang yang berbahagia ini, boleh jadi kita yang berkumpul di sini sebagai pendidik berkat doa orang tua kita yang mendoakan anaknya, bertugas di jalurpendidikan, dan boleh jadi pula kita yang berkumpul di sini sebagai tenaga pendidik  dan kependidikan berkat doa murid-murid kita, yang menginginkan  guru-gurunya menjadi orang yang rajin dan memiliki dedikasi yang tinggi, boleh jadi pula, kebaikan kita ini , berkat doa anak-anak  di rumah, yang mendoakan orang tuanya menjadi suri tauladan, menjadi panutan bagi anak-anaknya di rumah. dan boleh jadi pula kebaikan kita sebagai istri berkat suami kita yang selalu mendoakan istrinya menjadi istri yang solehah., dan boleh jadi pula kebaikan kita ini berkat doa istri kita yang menginginkan suaminya menjadi suami yang soleh.
 “ Robbana dholamna anfusana wailam tagfirlana watarhamana lanakunanna minal khosirin “ ( Artinya : Ya Allah , kami telah mendholimi pada diri kami sendiri, jika tidak engkau ampuni kami dan merahmati kami tentulah kami menjadi orang yang rugi.
Ya Rabb kami ampunilah segala dosa-dosa orang tua kami, dosa-dosa para pejuang pendidikan, dosa semua orang-orang yang beriman, yang telah dahulu dari kami. Ya Allah jauhkanlah antara kami, dan kesalahan kami sebagaimana engkau jauhkan antara Timur dan Barat. Ya allah bersihkanlah kesalahan-kesalahan kami nsebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran.
Ya rabb kami, terimalah amal dari kami, sungguh engkaulah yang maha mendengar lagi maha mengetahui, terimalah taubat kami, sungguh engkaulah yang maha penerima taubat lagi maha penyayang.
Tambahkanlah ilmu pengetahuan dan kuat iman anak didik kami, agar mereka selalu mengagungkan namaMu, angkatlah derajatnya.

Berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, anugrahkanlah kami, untuk selalu mengerjakan amal soleh yang Engkau ridhoi dan masukkanlah kami golongan hamba-hambamu yang soleh. Terimalah doa kami, agar kami selalu memuji selalu memujimu, dan agar anak didik kami menjadi generasi yang tauhid.

AKU

AKU DAN ROHKU
Aku tidak ingin sekali bertanya pada rohku, yang aku tidak tahu dibagian manakah dia dalam diriku bersemayam, seperti apa roh itu
Rohku, yang telah menyatu dengan diriku sejak aku empat bulan aku dalam perut ibuku
Rohku, aku ingin bertanya apakah perjanjian yang telah kau buat dengan pencipta kita tentang hidupku
Aku yang hanya berasal dari air yang menjijikan
Rohku, kau membuatku hidup
Rohku, kau membuat aku berwujud
Rohku, aku ingin tahu apakah takdir baik dan burukku
Rohku, aku ingin tahu kapan kau akan berpisah dengan ragaku, biarkan ku buat persiapan yang amat baik untuk berhadapan dengan pencipta kita
Rohku, jika memang kau tidak bisa memberitahukan semua itu padaku, aku hanya ingin kau membisikkan pada hatiku agar aku  selalu berbuat sesuai dengan ketentuan pencipta kita
Karena aku ingin surga sang pencipta kita dermaga akhir ku ketika aku,  kau tinggalkan

                                                                                                Jakarta, 18 November 2014

IBU BERANAK TIGA

Aku seorang ibu beranak tiga yang masih kecil-kecil
Ku bimbing dua anakku
Satu kugendong dengan kain panjang yang sudah lusuh
Ku langkahkan kakiku masuk ke dalam mall besar
Banyak mata yang mengulang ingin melihatku
Karena sandal yang kupakai adalah sandal plastik yang di jual dekat stasiun kereta api di Bogor
Tas yang ketenteng juga tas dari kain bekas tempat mukena
Aku memakai baju panjang yang tidak jelas motifnya
Sementara dua anakku yang satu kupegang erat dengan tangan kananku
Yang sudah agak besar kubiarkan dia bergayut di tepi bajuku
Aku masuk ke swalayan untuk membeli susu bayiku yang ada di gendongan kainku
Kucari susu yang sudah kuberikan sejak satu tahun ini
Berkeliling kami berempat, tapi yang ku temukan ukuran kecil
Aku tahu aku diawasi
Aku bisa dikira penguntil yang akan mengambil sesuatu di swalayan itu
Ada orang yang sengaja atau tidak sengaja menabrak aku karena aku menurut dia tak pantas berada di  lorong itu karena harga susu bayi di sana tidak ada yang murah
Dia tidak meminta maaf kubiarkan saja
Ke sini nak…
Ke sini sayang
Dua anakku ku tarik ke dekatku agar mereka tak menghalangi gerobak bayi itu
Oh… dia tak sengaja melindas kakiku
Dia sedang menelpon
Kutanyakan pada pramuniaga
Susu dengan ukuran besar dengan merek ini ada di mana ???
Cari aja… cari dekat situ
Dia tidak memandangku
Lalu kutanya kasir
Jawabannya sama
Cari aja … cari aja situ
Dia sibuk melayani orang yang sedang membayar dengan kartu kredit
Mukanya ramah sekali
Teramat ramah
Tiba-tiba ada orang asing bertanya sesuatu pada kasir itu
Dia tidak bisa menjelaskan
Aku teramat mengerti pertanyaan orang itu
Kujelaskan
Orang itu berterima kasih padaku
Dia mengusap kepala bayiku
Kasir itu merubah raut mukanya padaku
Berubah ramah padaku
Susu apa tadi yang ibu mau
Kubayar belajaanku dengan uang ratusan ribu yang kuambil diantara beberapa uang ratusan ribu yang ada dalam dompet di dalam tas bekas tempat mukena yang ku tenteng
Terima kasih… aku berlalu



                                                                                                Jakarta, 19 November 2014