Translate

Jumat, 31 Oktober 2014

LABA LABA (PUISI UNTUK ANAKKU)

LABA-LABA
Anakku Sayang,
Amatilah seekor laba-laba yang sedang membuat jaring-jaringnya
Dia terus, terus dan terus memintal benang-benang dari tubuhnya terus tanpa henti
Walau angin, hujan, badai,
Walau gempa sekalipun merusak rumahnya, dia akan terus bergerak mengulang, mengulang,sampai benang-benang itu menjadi jaring tempat tinggalnya.
Gerakannya mengikuti tarian instink yang kita tidak paham, irama apa yang dia ikuti, dia penuh konsentrasi, lebih khusuk dari sholat dan zikirnya seorang sufi.Ketika kau cabutpun benang pintalannya itu, dia takkan marah ataupun melengos padamu, Dia kan terus memperbaikinya, sampai sempurna kembali.
Itu laba-laba anakku, dia sungguh-sungguh melakukan kerjanya, penuh konsentrasi, sampai titik akhir, tak pernah menyerah, perlu kau tiru nak.
Anak ibu sayang, tapi ibu tak ingin kau punya hati serapuh rumah laba-laba. Rumahnya rapuh sekali… rapuh sekali. Jari ibu atau mungkin hembusan nafas dari hidung ibu saja bisa menghancurkan rumahnya itu.
Jangan sayang bangunlah hati, jiwa dan ragamu tangguh, kuat supaya kau tak hancur sebelum jati dirimu yang sesungguhnya ibu lihat.


Ibu yang sayang kamu, nak
Jakarta, 8 Februati 2010

Pukul 10.53

Tidak ada komentar:

Posting Komentar