Translate

Jumat, 31 Oktober 2014

MANUSIA KECIL IBU (PUISI UNTUK ANAKKU)

MANUSIA KECIL IBU
Betapa ibu amat menyanyangimu
Bibirmu yang yang merah monyong ke depan
Sambil nafasmu kencang mencari-cari putting susu ibu
Ketika terjangkau bibir merahmu
Bergerak seakan-akan menariknya
Lalu mata kita saling bertatapan
Jemari-jemari kecilmu menggapai-gapai
Ibu beri telunjuk ibu
Gemnggamlah erat anakku
Betapa hati, jiwa dan apa saja di dalam diri ibu
Ibu tidak ingin kita terlepas
Ibu ingin ada magnet yang melekatkan kita
Ibu ingin menembus dada ibu
Agar rasa sayang ibu tidak terlepas darimu
Manusia kecil ibu
Ketika matamu terpejam
Bibirmu terlepas dari putting susu ibu.
Ibu melihat bibirmu mengecap-ngecap
Apa rasanya sayang
Enak sekalikah sayang
Seikhlas hati ibu beri buatmu


Agustus 2004

LABA LABA (PUISI UNTUK ANAKKU)

LABA-LABA
Anakku Sayang,
Amatilah seekor laba-laba yang sedang membuat jaring-jaringnya
Dia terus, terus dan terus memintal benang-benang dari tubuhnya terus tanpa henti
Walau angin, hujan, badai,
Walau gempa sekalipun merusak rumahnya, dia akan terus bergerak mengulang, mengulang,sampai benang-benang itu menjadi jaring tempat tinggalnya.
Gerakannya mengikuti tarian instink yang kita tidak paham, irama apa yang dia ikuti, dia penuh konsentrasi, lebih khusuk dari sholat dan zikirnya seorang sufi.Ketika kau cabutpun benang pintalannya itu, dia takkan marah ataupun melengos padamu, Dia kan terus memperbaikinya, sampai sempurna kembali.
Itu laba-laba anakku, dia sungguh-sungguh melakukan kerjanya, penuh konsentrasi, sampai titik akhir, tak pernah menyerah, perlu kau tiru nak.
Anak ibu sayang, tapi ibu tak ingin kau punya hati serapuh rumah laba-laba. Rumahnya rapuh sekali… rapuh sekali. Jari ibu atau mungkin hembusan nafas dari hidung ibu saja bisa menghancurkan rumahnya itu.
Jangan sayang bangunlah hati, jiwa dan ragamu tangguh, kuat supaya kau tak hancur sebelum jati dirimu yang sesungguhnya ibu lihat.


Ibu yang sayang kamu, nak
Jakarta, 8 Februati 2010

Pukul 10.53