Translate

Selasa, 07 April 2015

Mengelola Hati

Mengamati murid terkadang menjadi keasyikan tersendiri. Sudah beberapa kali saya mengamati 2 anak, yang  satu ganteng sekali, tinggi, wajah nice looking dan yang satu lagi cantik, kulit putih rambut sebahu. Dalam pengatan saya kedua siswa itu kedua anak itu terlihat saling suka. Yang cowok suka mendekati yang cewek setiap hari, kegiatan mereka sering bersama-sama. 
Lalu saya bertanya kepada yang cowok. "Bang, kamu suka dengan Itra, nana cewek itu, ya." "Kok, ibu tahu sih." kata yang cowok. 
Kemudian saya bertanya kepada yang cewek, dia itu adalah anak pintar, bertata krama, "Itra kamu kayaknya lagi dikejar-kejar Ihsan, dia kayaknya suka dengan kamu." Dia hanya tersenyum. "Trus kamu suka ga dengan dia." Lalu dia menjawab dengan pelan. "Ibu, orang pintar harus bisa mengelola hati, saya ingin nilai akhir saya yang terbaik." 
Saya langsung terdiam, mencerna apa yang dia katakan "ORANG PINTAR HARUS BISA MENGELOLA HATI." Kata-kata gadis berumur 15 tahun itu saya resapi dan saya coba mengingat bila saya sedang emosi, ternyata amat berat, sungguh hebat dia, walau dia sesungguhnya menyukai Ihsan tapi dia punya target yang lain. Semoga kau sukses nak. 

Senin, 06 April 2015

Charging hati

1.Kemuliaan diukur seberapa dekat kita dengan otang lemah, miskin, bukan dari jabatan harta dan tahta. Ketaqwaan diukur dari keikhlasan kita menjalankan perintah Allah bukan berapa banyak orang melihat kita beribadah. Semoga kita diberi hidayah dalam merengkuh kemuliaan dan ketaqwaan untuk bakal akhirat.
2. Wanita hebat bukan karena dia cantik.
Wanita hebat bukan karena dia kaya.
Wanita hebat bukan karena dia pintar, dan bukan pula di sampingnya ada pria gànteng dan kàya.
Tapi wanita hebat adalah wanita yang mampu terus berdiri menyelesaikan masalahnya mampu berdoa dan percaya kepada Allah yang nemberi kekuatan melalui proses kehidupan bersabat saat tertekan.
Tersenyum saat hati menangis.
Diam saat terhina.
Mempesona karena memaafkan.
3. Kebahagiàn ketika kita ingàt kebaikan orang, dan ingat keburukan kita kepada orang lain, kesuksean ketika kita mampu memberi pada orang lain dan mampu menerima ketka dari orang lain kejujuran pintu kesuksesan di dunia dan di akhirat menuju kebahagiaan ayoo kita perjuangkan.